SELAMAT DATANG DI www.jihaadibrothers.com , SEMOGA BERMANFAAT BAGI ANDA

Bintang Emas Perdana Kroasia atau Kedua Prancis ?

(JB-Sport) - Kroasia dan Prancis sukses melangkah ke Final World Cup Russia 2018. Partai final yang akan  digelar di Stadion Luzhniki, Minggu (15/7/2018) pukul 22.00 WIB akan diwasiti Nestor Pitana asal Argentina yang juga memimpin partai pembuka Russia vs Arab Saudi.

Perlu diketahui kedua tim pernah merasakan kepeminpinan Pitana yakni Kroasia vs Denmark (16 besar) dan Prancis vs Uruguay ( 8 besar ). Untuk wasit terasa sudah fair terlebih kedua tim sama-sama mengalahkan Argentina, Kroasia di penyisihan grup dan Prancis di babak 16 besar.



Stadion Luzhniki
Duel kedua tim tersebut merupakan final ideal karena tidak pernah mengalami kekalahan pada fase penyisihan grup dan tentu saja fase gugur. 

Bagi Kroasia ini adalah final pertama sejak negara ini berdiri diawal tahun 90an sejak lolos ke Piala Dunia 1998 ( masuk semifinal) , 2002, 2006 dan 2014 sekaligus menjadi negara ke 13 yang lolos ke final. 

Sedangkan bagi Les Bleus Prancis ini adalah final ke 3, dimana pelatih Didier Deschamps saat menjadi kapten sukses mengangkat tropi Piala Dunia 1998 saat pertama kali lolos ke final sekaligus menyematkan 1 Bintang Emas abadi di kostum timnas Prancis. Pada final ke dua di Jerman 2006, Prancis kalah adu pinalti dari Italia usai bertanding 1-1. 

Komentar pelatih:
Didier Deschamps (Perancis): "Ada semangat dari skuad yang bahkan bisa menggeser gunung. Mereka muda dan mereka akan makin kuat dalam dua sampai empat tahun kemudian."
Zlatko Dalic (Kroasia): "Ini adalah Piala Dunia paling aneh. Sepak bola sudah banyak kemajuan jadi setiap tim bisa bertahan dengan baik, sehingga di sini tidak ada perbedaan besar dan kolektivitas tim adalah segalanya."

Prediksi susunan pemain: 

Perancis: Hugo Lloris; Benjamin Pavard, Raphael Varane, Samuel Umtiti, Lucas Hernandez; Paul Pogba, Ngolo Kante; Kylian Mbappe, Antoine Griezmann, Blaise Matuidi; Olivier Giroud.

Kroasia: Danijel Subasic; Sime Vrsaljko, Dejan Lovren, Domagoj Vida, Ivan Strinic; Ivan Rakitic, Marcelo Brozovic; Ante Rebic, Luka Modric, Ivan Perisic; Mario Mandzukic.
 
Berikut adalah perjalanan kedua tim menuju partai puncak :

Perjalanan Kroasia 
Langkah Kroasia bisa dikatakan lebih terjal saat melaju ke fase gugur dimana seluruh partai harus diselesaikan lebih dari waktu normal dimana dua partai harus berakhir adu pinalti. Hal yang berbanding terbalik dengan tiga pertandingan penyisihan grup dimana sukses menyapu bersih semua laga. 

Tapi di fase gugur ini lah mentalitas juara  Kroasia  terlihat , dimana sering tertinggal tapi tetapi akhirnya meraih kemenangan . 

Penyisihan Grup 
16 Juni 2018, Kroasia 2-0 Nigeria (Oghenekaro Elebo 32'-bunuh diri, Luka Modric 71'-pen)

21 Juni 2018, Argentina 0-3 Kroasia (Ante Rebic 53', Luka Modric 80', Ivan Rakitic 90'+1)

26 Juni 2018, Islandia 1-2 Kroasia (Gylfi Sigurdsson 76'-pen ; Milan Badelj 53', Ivan Perisic 90')

Babak 16 Besar
 
1 Juli, Kroasia 1-1 Denmark (Mario Mandzukic 4' ; Mathias Jorgensen 1). Kroasia memenangi ujian mentalitas pertama. Ditahan imbang oleh Denmark sepanjang 120 menit, Kroasia akhirnya memenangi adu penalti dengan skor 3-2. Danijel Subasic menjadi bintang kemenangan Kroasia. Sang kiper melakukan tiga penyelamatan pada adu penalti dan mengantarkan timnya ke babak perempat final.

Babak 8 Besar 

7 Juli 2018, Rusia 2-2 Kroasia (Denis Cheryshev 31', Mario Fernandes 115' ; Andrej Kramaric 39', Domagoj Vida 100')
Subasic kembali menjadi pahlawan dan Kroasia menjadi tim kedua yang bisa melalui babak adu penalti dengan kemenangan 4-3 atas Russia. Mereka mengikuti jejak Argentina (vs Yoguslavia dan Italia) pada Piala Dunia 1990.

Babak Semifinal
 
11 Juli 2018, Kroasia 2-1 Inggris (Ivan Perisic 68', Mario Mandzukic 109' ; Kieran Trippier 5').
Kroasia belum "habis" kendati sudah habis-habisan melalui dua pertandingan hingga adu penalti. Menghadapi Inggris, mereka bisa bangkit setelah tertinggal dan memenangi laga dalam perpanjangan waktu. 

Subasic & Lloris siap habis-habisan di final
Sementara langkah Prancis (Juara 1998) bisa dikatakan mulus sejak babak penyisihan dengan dua kemenangan beruntun dan seri melawan Denmark karena sudah lolos danmenyimpan pemain inti. Sedangkan babak fase gugur sukses menyingkirkan lawan hanya dalam waktu normal. 

Penyisihan grup 
16 Juni 2018, Perancis 2-1 Australia (Antoine Griezmann 58', Aziz Behich 81'-bunuh diri ; Mile Jedinak 62'-pen)

21 Juni 2018, Perancis 1-0 Peru (Kylian Mbappe 34')

26 Juni 2018, Denmark 0-0 Perancis
 
Babak 16 Besar

30 Juni 2018, Perancis 4-3 Argentina (Antoine Griezmann 13'-pen, Benjamin Pavard 57', Kylian Mbappe 64', 68 ; Angel Di Maria 41', Gabriel Mercado 48', Sergio Aguero 90'+3)
Kematangan taktik Deschamps dan mentalitas para pemain muda Perancis terlihat pada pertandingan ini. Sempat tertinggal oleh Argentina, tetapi Perancis bisa membalas dan memenangi laga.
 
Babak 8 Besar
 
6 Juli 2018, Uruguay 0-2 Perancis
Perancis mendominasi permainan dengan 61 persen penguasaan bola tetapi  kedua tim sama-sama melepas 11 tembakan. Pembeda dari hasil akhir disebabkan oleh penampilan dua kiper. Hugo Lloris bisa menggagalkan empat tembakan tepat sasaran ke arahnya, sedangkan Fernando Muslera membuat blunder, bahkan tak ada penyelamatan dari dua tembakan tepat Perancis. 

Babak Semifinal
 
10 Juli 2018, Perancis 1-0 Uruguay (Samuel Umtiti 51')
Belgia yang menguasai pertandingan dan  punya 9 peluang, tersisih lewat gol Samuel Umtiti dari situasi sepak pojok.

Berdasarkan perjalanan kedua tim tentu anda bisa mengambil keputusan tim mana yang akan menjadi juara. Tetapi jangan lupa ada dua sejarah menarik yakni :
1. Tim yang mengalahkan Belgia dan Inggris di semifinal akan jadi juara . Meksiko 1986 , Argentina juara usai menaklukan Jerman Barat difinal , sebelumnya Maradona mencetak 2 gol kegawang Belgia di seminfinal. Jerman Barat juara di Italia 1990 mengalahkan Argentina 1-0 setelah pada semifinal mengalahkan Inggris adu pinalti.  Ternyata kedua tim memenuhi syarat.
2. Siklus 20 tahunan yang selalu melahirkan juara dunia baru. Brazil di Swedia 1958, Argentina di Argentina 1978 dan Prancis di Prancis 1998. Untuk ini , Kroasia yang memenuhi syarat. 


Siapa yang akan meraih Bintang Emas untuk kostum tim  ??? Bintang Emas Perdana untuk Kroasia atau Bintang Emas Kedua untuk Prancis ? Mari kita saksikan malam ini !
(my)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bintang Emas Perdana Kroasia atau Kedua Prancis ?"

Post a Comment